Pengertian Basa Krama Serta Contoh Penggunaannya

Pengertian Basa Krama Serta Contoh Penggunaannya - pendidikanutama.com
Pengertian Basa Krama Serta Contoh Penggunaannya - pendidikanutama.com

PendidikanUtama – Di dalam bahasa Jawa terdapat sebuah tingkatan bahasa, tingkatan tersebut menunjukan kadar kehalusan dari bahasa tersebut. Salah satu tingkatan yang menunjukkan bahasa Jawa yang paling halus adalah basa krama. Sekilas pengertian basa krama adalah sebuah variasi bahasa Jawa yang biasanya diucapkan ke orang yang lebih tua. Untuk lebih jelasnya bisa mengikuti penjelasan di bawah ini:

Tentang Basa Krama

Basa krama merupakan tingkatan paling tinggi dalam bahasa Jawa atau yang artinya mempunyai tingkat kesopanan bahasa yang paling tinggi. Basa krama ini sering diucapkan pada orang yang umurnya lebih tua serta orang yang memiliki jabatan. Tingkatan basa krama ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan basa ngoko dalam bahasa Jawa.

Dalam basa krama ini akan dibagi lagi menjadi dua tingkatan yang berbeda yaitu krama lugu dan krama inggil.

Kedua tingkatan tersebut tentunya memiliki sebuah perbedaan. Entah itu dalam pengucapan, penggunaan, hingga tatanan bahasanya. Selain itu, juga mempunyai kadar kehalusan bahasa yang berbeda.

Jadi, untuk penempatannya juga harus tepat dan tidak boleh terbalik. Itulah, sebabnya mengapa harus mempelajari pengertian basa krama lebih dalam agar orang-orang yang menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi bisa tepat.

See also  6 Rekomendasi Universitas Jurusan Desain Interior yang Terbaik di Indonesia

Jenis Basa Krama Lugu

Tingkatan yang pertama yaitu basa krama lugu, krama lugu ini mempunyai tingkat kehalusan yang cukup rendah jika dibandingkan dengan krama inggil. Ini mempunyai sejumlah kekhasan yang dapat diterangkan sebagai berikut.

1. Teknis Penggunaan

Krama lugu ini biasanya akan diucapkan pada seorang pekerja ke atasannya atau bisa juga orang tua ke orang yang lebih muda namun memiliki sebuah kedudukan. Krama lugu ini bisa dibilang tingkatan paling dasar dalam sebuah basa krama, jadi bahasa yang digunakan juga masih mempunyai campuran dengan basa ngoko.

2. Contoh Penerapan dalam Komunikasi

Seperti yang diterangkan, untuk memakai bahasa krama lugu perlu memperhatikan konteks komunikasinya. Untuk bisa memakai pilihan kata yang tepat, seperti contoh kalimat berikut ini:

  • Kula ajeng kesah dhateng sekolah ngangge pit (Saya mau pergi ke sekolah menggunakan sepeda).
  • Bapak sampun nedha punapa kala wau enjing? (Bapak sudah makan apa tadi pagi?).
  • Kula ajeng dhateng peken tumbas lisah klentik (Saya mau pergi ke pasar membeli minyak goreng).
  • Pangapunten, Kula ajeng taken ing pundi panggenan alamat puniki? (Maaf, Saya mau bertanya di mana letak alamat ini?).
  • Bu, regi tedha puniki pinten? (Bu, harga makanan ini berapa?).
See also  5 Rekomendasi Fakultas Kedokteran di Jakarta Terbaik

Ragam Basa Krama Inggil

Tingkatan yang paling tinggi dalam basa krama adalah krama inggil. Jenis krama inggil ini mempunyai tingkat kesopanan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan krama lugu di atas. Agar lebih memahami, perhatikan uraian berikut:

1. Cara Pemakaian

Krama inggil ini biasanya diucapkan oleh anak muda kepada orang tua, orang yang belum dikenal, dan orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi. Krama inggil ini digunakan untuk menghormati seseorang yang kedudukannya lebih tinggi dari si pembicara tersebut. Kata dalam krama inggil ini tidak mempunyai kesamaan dengan tingkatan lainnya seperti dengan krama lugu serta basa ngoko.

2. Contoh Pemakaian Bahasanya

Konteks merupakan hal yang penting dicermati dalam komunikasi bahasa Jawa, termasuk pada pemakaian kromo inggil yang menunjukan penghormatan kepada lawan bicara. Ini biasanya ditunjukkan dengan contoh kalimat:

See also  5 Universitas Jurusan Radiologi di Indonesia yang Wajib Diketahui
  • Bapak, sampun saras utawi dereng? (Bapak, sudah sehat atau belum?).
  • Kula nyuwun pangapunten bilih wonten kelepatan (Saya minta maaf jika ada kesalahan).
  • Ibu, masak menapa dinten menika? (Ibu, masak apa hari ini?).
  • Simbah tumbas gendis wonten peken (Nenek, membeli gula di pasar).
  • Ibu tindak menyang Surabaya (Ibu pergi ke Surabaya).
  • Mas Ibnu, tindak dhateng Semarang dinten Senin (Mas Ibnu, pergi ke Semarang hari Senin).
  • Pak Cahyo nembe mucal kelas kaleh (Pak Cahyo baru saja mengajar kelas dua).

Demikian pengertian basa krama beserta dengan dua tingkatannya yang berbeda. Gunakanlah basa krama sesuai dengan tingkatannya, baik itu krama lugu dan krama inggil. Hal yang harus diingat adalah jangan sampai penerapannya terbalik dan menjadi sebuah tatanan bahasa Jawa yang kurang sopan**

Leave a Reply

Your email address will not be published.