Definisi Operasional dan Cara Membuatnya

Definisi Operasional dan Cara Membuatnya - pendidikanutama.com
Definisi Operasional dan Cara Membuatnya - pendidikanutama.com

PendidikanUtama – DO atau definisi operasional merupakan cara yang dipakai oleh peneliti untuk menerangkan suatu variabel tertentu yang nantinya akan diteliti. Dari metodologi penelitian yang telah ditentukan, peneliti akan merumuskannya menjadi DO dengan bentuk narasi. Bagian ini memang menjadi hal yang krusial dari penelitian kuantitatif. Ada beberapa manfaat dan cara khusus dalam membuatnya.

Manfaat DO atau Definisi Operasional

DO merupakan salah satu tahapan yang termasuk dalam proses pengumpulan data. Perannya juga berfungsi sebagai satu dari beberapa instrumen penelitian. Melalui DO,# inilah konsep yang masih abstrak akan diubah menjadi konsep yang lebih operasional. Karena peran tersebut, peneliti akan mendapatkan beberapa manfaat jika membuatnya terlebih dahulu, antara lain yaitu:

  • Memberikan kemudahan kepada peneliti pada saat menetapkan peraturan dan prosedur ketika melakukan pengukuran terhadap variabel.
  • Lebih memberikan kemudahan untuk memahami mengenai variabel yang akan diteliti.
  • Mempersingkat waktu saat menganalisis data.
  • Meminimalisir kesalahan yang akan terjadi saat melakukan pengukuran atau proses pengumpulan data. Seperti kasus data yang berbelok arah.
  • Mempermudah peneliti untuk menentukan cara yang tepat dalam mengukur variabel. Sehingga nantinya tidak akan terjadi multi tafsir.
  • Mengidentifikasi karakteristik tertentu yang bisa diteliti.
See also  7 Cara Meringkas Jurnal dengan Benar

Cara Membuat Definisi Operasional

Setelah mengetahui beberapa manfaat DO bagi penelitian kuantitatif, sekarang adalah saatnya menerangkan bagaimana cara untuk membuatnya. Jika mau mencari referensi, sebenarnya tidaklah sulit. Dan berikut akan diuraikan langkah yang paling mudah dalam membuat definisi operasional:

1. Mengidentifikasi Karakteristik

Langkah pertama dan paling awal jika ingin membuat DO yaitu melakukan identifikasi karakteristik secara menyeluruh. Peneliti harus menentukan seperti apakah sifat khusus dari variabel yang akan diukur. Selain itu, hal lain yang perlu diidentifikasi yaitu mengenai beberapa jenis masalah, yang mana nantinya akan menjadi perhatian dari peneliti.

2. Menentukan Instrumen Pengukur

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa dalam melakukan penelitian kuantitatif memerlukan alat atau instrumen tertentu yang dipakai untuk mengukur variabel. Alat tersebut harus berupa bentuk fisik, seperti timbangan, jam, atau mikrometer. Sedangkan saat melaksanakan pengamatan secara visual, maka membutuhkan penglihatan yang masih normal. Dan bisa juga dibantu alat berupa kaca pembesar.

See also  5 Universitas yang Ada Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia

3. Menjelaskan Metode Pengujian

Cara berikutnya ketika membuat DO yaitu peneliti harus menjelaskan metode pengujian yang terbaru. Karena nantinya prosedur tersebut akan dipakai saat melakukan aktivitas pengukuran. Beberapa tips khusus yang diberikan yaitu:

  • Jika ingin mengukur waktu, maka harus jelas mana yang akan menjadi titik awal dan akhir. Selain itu, juga harus ditentukan apakah waktu tersebut diukur dalam bentuk secon, menit, ataukah jam.
  • Semua alat yang dipakai oleh peneliti saat melakukan pengukuran harus dipastikan presisi dan menjelaskannya.

4. Menyebutkan Kriteria Keputusan

Pada tahapan yang selanjutnya, peneliti juga diperlukan untuk mempresentasikan sebuah kesimpulan dari pengujian yang dilakukan. Dalam bagian ini, harus menyebutkan masalah yang ada atau kebenaran data yang telah dikumpulkan. Seperti halnya saat melakukan pengamatan visual, maka peneliti menuliskan definisi tentang dapat diterima atau tidaknya secara jelas.

See also  4 Daftar Jurusan di UTY Fakultas Humaniora Untuk Jenjang S1

5. Mendokumentasikan

Langkah ini tidak boleh ditinggalkan. Karena sangat perlu bagi peneliti untuk mendokumentasikan dan melakukan standarisasi. Nantinya, DO juga harus turut disertakan ke dalam lembar prosedur dan menjadikannya satu. Isinya meliputi tahapan satu sampai empat.

6. Menguji DO

Tahapan ini bisa dibilang paling krusial. Karena sebelum mengaplikasikan, DO harus diuji terlebih dahulu. Cobalah untuk meminta orang lain untuk melakukan pengamatan. Sehingga nantinya bisa diketahui apakah hasilnya sudah konsisten dan benar.

Demikian penjelasan tentang definisi operasional (DO). Bagian ini memang harus ada dalam tulisan ilmiah dan saat melakukan penelitian kuantitatif. Peneliti akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Jika masih bingung, baca cara membuatnya di atas dan perbanyak referensi**

Leave a Reply

Your email address will not be published.