5 Cara Menulis Hasil Pembahasan

Cara Menulis Hasil Pembahasan - pendidikanutama.com
Cara Menulis Hasil Pembahasan - pendidikanutama.com

PendidikanUtama – Dalam penyusunan tulisan ilmiah, seperti skripsi atau tesis, ada urutan tertentu untuk setiap babnya. Dan pada penjelasan ini secara khusus akan menerangkan tentang cara menulis hasil pembahasan yang terdapat di Bab IV. Bagian ini diletakkan setelah metodologi penelitian yang terletak di Bab III.

Cara Menulis Hasil Pembahasan dengan Benar dan Sesuai dengan isi Penelitian

Untuk lebih jelasnya, simak beberapa hal berikut:

1. Menuliskan Sesuai Tahapan Penelitian

Sebenarnya membuat Bab IV dari tulisan ilmiah tidaklah sulit. Kadang, ada yang menuliskan hasil dan pembahasan secara terpisah. Tapi ada juga yang menjadikannya satu. Namun secara garis besar tetaplah sama. Para penulis harus menulis bagian ini sesuai dengan tahapan yang ada pada Bab Metodologi Penelitian. Dan perlu memperhatikan setiap urutannya.

Bukan hanya memperhatikan tahapannya, tapi penulis juga diharuskan membuatnya sesuai dengan kenyataan. Itu artinya, semua hasil yang diperoleh selama penelitian harus dituliskan. Bahkan jika terdapat metode yang mengalami kegagalan, juga perlu dicantumkan. Selanjutnya diberikan apa yang menjadi penyebab dari kegagalan tersebut. Apabila diperlukan, bisa menyertakan ilustrasi gambar supaya pembaca paham.

See also  Pengertian Basa Krama Serta Contoh Penggunaannya

2. Menyajikan dalam Bentuk Tabel

Jika dari metodologi yang digunakan memberikan hasil penelitian berupa perhitungan statistik atau matematika, maka bisa menyajikannya dalam bentuk angka. Namun apabila barisan angka tersebut tersedia dalam jumlah yang banyak, maka perlu sekali untuk membuatnya berbentuk tabel. Hal ini dilakukan agar pembaca bisa lebih memahami.

Apabila tabelnya melebihi satu halaman, maka penulis bisa memberikan hasil dari penelitian tersebut sebagai bentuk lampiran. Penulis harus berusaha menyajikannya secara rinci dan jelas. Karena setiap hasil analisis pasti memiliki maksud dan makna sendiri. Sehingga perlu dijelaskan dalam bagian pembahasan. Jika sudah selesai, lanjut ke cara menulis hasil pembahasan berikutnya.

3. Menulis Pembahasan Secara Lengkap

Bagian ini tidak boleh dianggap sepele. Karena banyak sekali penulis karya ilmiah yang membuat bab pembahasan secara asal. Akibatnya pembaca tidak mampu menangkap maksud yang disampaikan dan tidak mengerti dengan hasil penelitian tersebut. Ada beberapa poin yang penting sekali untuk disimak dari bagian ini, di antaranya adalah:

See also  6 Rekomendasi Universitas Jurusan Desain Interior yang Terbaik di Indonesia
  • Menuliskan pembahasan dengan lengkap.
  • Buatlah secara maksimal karena menjadi penentu dari tujuan yang ingin didapatkan.
  • Tuliskan keunggulan dari tulisan yang dibuat.
  • Tuturkan hal baru yang ditemukan saat penelitian.
  • Berikan alasan mengapa sesuatu yang ditemukan itu penting.

4. Menyertakan Jurnal Pendukung

Bukan hanya pada Bab 1 dan 2, tapi jurnal pendukung juga perlu untuk disertakan dalam Bab IV ini, yakni di hasil pembahasan. Penulis bisa menyertakan jurnal nasional ataupun internasional. Mengapa jurnal diperlukan? Berikut alasannya:

  • Karena argumen yang dimiliki oleh penulis harus diperkuat. Jika tidak menyertakannya, tentu banyak yang meragukan.
  • Untuk memberitahu kepada pembaca tentang proses saat penelitian.
  • Memberikan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan.
See also  7 Universitas Swasta di Jawa Tengah Terakreditasi

5. Menghindari Menulis Kesimpulan

Memang ada beberapa tulisan ilmiah yang menggabungkan antara pembahasan dengan kesimpulan. Tapi hal ini jarang sekali dilakukan karena dianggap kurang etis. Sehingga yang paling baik adalah memisahkan keduanya. Mungkin ada argumen yang kadang mengarah ke kesimpulan. Namun harus tetap dilandasi oleh jurnal pendukung.

Berbeda dengan kesimpulan yang terletak di Bab V. Tidak diperlukan jurnal pendukung dalam bagian tersebut. Karena kesimpulan posisinya sebagai akhir dari sebuah tulisan. Dan isinya adalah rangkuman dari poin utama yang terdapat pada argumen.

Demikian cara menulis hasil pembahasan dari tulisan ilmiah yang telah diterangkan. Bagi penulis yang ingin menyusunnya, maka tidak boleh asal. Apalagi yang sedang menggarap skripsi ataupun tesis**

Leave a Reply

Your email address will not be published.