Pengertian Krama Lugu dan Contoh Pemakaiannya

Pengertian Krama Lugu dan Contoh Pemakaiannya - pendidikanutama.com
Pengertian Krama Lugu dan Contoh Pemakaiannya - pendidikanutama.com

PendidikanUtama – Suku Jawa mempunyai beragam variasi bahasa Jawa. Bahkan di setiap daerah mempunyai dialek bahasa Jawa yang berbeda-beda. Selain itu, bahasa Jawa juga mempunyai tingkatan dalam pengucapannya. Mulai dari Jawa ngoko, krama lugu, dan juga krama inggil. Nah, di sini akan dibahas khusus mengenai pengertian krama lugu dalam bahasa Jawa beserta contoh pemakaiannya. Jadi, mari intip saja penjabarannya berikut ini:

Apa itu Krama Lugu?

Krama lugu merupakan salah satu jenis variasi bahasa Jawa yang umumnya diucapkan pada daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Yogyakarta. Krama lugu mempunyai tingkatan yang lebih rendah dibandingkan dengan bahasa Jawa krama inggil.

Penggunaannya pun tidak boleh sembarangan diucapkan, harus digunakan pada situasi serta kondisi kepada siapa variasi bahasa ini diucapkan. Krama lugu ini juga mempunyai tingkat kehalusan bahasa yang bisa dibilang cukup rendah, namun masih tinggi jika dibandingkan dengan variasi bahasa Jawa ngoko lugu serta alus.

Krama lugu ini biasanya diucapkan oleh orang tua ke orang yang umurnya lebih muda tetapi mempunyai suatu jabatan. Semisal murid kepada guru, seorang pegawai kepada pimpinannya, dan orang-orang yang baru pertama kali bertemu.

See also  7 Cara Meringkas Jurnal dengan Benar

Selain konteks tersebut, tidak boleh menggunakan bahasa Jawa variasi krama lugu. Jadi harus diperhatikan juga tatanan bahasa yang digunakan. Jangan sampai menjadi salah kaprah, serta malah menjadi bahasa yang tidak sopan karena salah dalam penempatannya.

Contoh Bahasa Jawa Krama Lugu

Setelah mengetahui pengertian krama lugu secara mendalam, maka juga harus mengetahui penerapan bahasa Jawa krama lugu yang benar serta tepat. Setiap kata dalam bahasa Jawa pasti mempunyai pengucapan yang berbeda-beda, tergantung dengan pada tingkatan mana kata tersebut akan diucapkan. Berikut ada beberapa contoh kata dalam bahasa Jawa yang diterapkan pada tingkatan krama lugu:

1. Kata “Terima Kasih”

Jika sedang berkunjung ke tanah Jawa, pasti akan sering mengucapkan kata yang satu ini. Orang di Jawa pun sering menggunakan kata terima kasih jika setelah diberikan bantuan atau melakukan sesuatu hal yang baik. Nah, dalam krama lugu kata “Terima Kasih” sering diucapkan menjadi kata “Matur Nuwun”. Contohnya: “ Matur nuwun sanget nggih” (Terima kasih banyak).

See also  Pengertian Basa Krama Serta Contoh Penggunaannya

2. Kata “Makan”

Contoh yang kedua adalah kata makan, kata tersebut juga pasti akan diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kata “Makan” ini juga sangat penting, karena orang Jawa sekalipun sering salah dalam penempatannya. Dalam krama lugu ini kata “Makan” diucapkan menjadi kata “Nedha”. Contohnya: “Indah saweg nedha sekul asin” (indah akan makan nasi uduk).

3. Kata “Pulang”

Kata “Pulang” ini juga sering tidak tepat dalam penempatannya, orang-orang sering terbalik antara penggunaan kata “Pulang” dalam krama lugu dan krama inggil. Pengucapan “Pulang” dalam krama lugu yaitu “Wangsul”, untuk contohnya yaitu: “Pak, kulo ajeng wangsul” (Pak, Saya mau pulang).

4. Kata “Kamu”

Contoh yang selanjutnya adalah kata “Kamu”, kata tersebut juga jangan sampai salah dalam penempatannya. Karena, memang jika diucapkan tidak pada tempatnya akan terdengar kasar serta tidak sopan. Kata “Kamu” dalam krama lugu yaitu “sampeyan”, untuk contoh penggunaannya adalah “Sampeyan wau punapa sampun tilem?” (Apakah Kamu tadi sudah tidur?).

See also  5 Universitas Swasta di Sumatera Barat Terbaik

5. Kata “Saya”

Contoh yang terakhir yaitu kata “Saya”, sama seperti dengan kata “Kamu” di atas yaitu tidak boleh salah dalam penempatannya. Kata “Saya” ini dalam krama lugu yaitu “Kula”, huruf “a” dalam kata tersebut biasa diucapkan menggunakan vokal “o”. Untuk contoh penggunaannya yaitu dengan kalimat “Kula ajeng wangsul rumiyen” (Saya mau pulang terlebih dahulu).

Jadi seperti itulah pengertian krama lugu beserta dengan beberapa contohnya. Gunakanlah bahasa Jawa yang benar serta sesuai dengan penempatannya. Jangan sampai salah dalam penggunaan dan pemilihan katanya, lantaran bisa menyebabkan ketidaksopanan dalam berkomunikasi**

Leave a Reply

Your email address will not be published.